Februari 28th, 2008 — kontemplasi
Seperti yang tertulis dalam postingan pertama saya, tentang kehidupan dan persamaan gelombangnya. Bang Gito saat ini mungkin telah berada dalam alam yang berbeda dimensi dengan kita. Saat-saat yang kebanyakan orang lain ngeri membayangkannya, tetapi mudah-mudahan tidak demikian dengan Bang Gito.
Melihat perubahan yang terjadi dalam pribadinya, terlihat jelas bahwa kehidupan memang fungsi Gauss adanya. Diawal kehidupannya yang tanpa arah, Bang Gito berhasil menyempurnakan fungsi Gaussnya, sehingga mudah2an segala kebaikannya menjadikan teman baik di demensi barunya itu.
Kita bisa kapan saja menyusul dia. Kuharap aku bisa seperti dia, setidaknya menjadi lebih baik diujung dunia, yang makin hari makin tidak menentu ini.
Selamat Jalan Bang Gito…
Berbagi
Februari 27th, 2008 — Fire Starter
Hidup itu memang nggak linier. Mungkin setiap orang memiliki persamaan gelombang hidup yang berbeda, sehingga nasibnya pun bisa berbeda. Tapi saya sangat yakin, hidup ini juga Gaussian, yang membuktikan bahwa Sang Pencipta memang Maha Adil.
Setiap hari yang kita lalui merupakan titik titik dalam dimensi ruang dan waktu yang penuh relativitas. Setiap pilihan yang kita ambil akan membawa kita ke titik peristiwa yang berbeda.
Aku, diandra, memang memiliki koordinat peristiwa yang membawa nasibku berbeda dari Bill Gates, John Nash, atau Aditya Mulya.
Tapi semua itu patut disukuri, karena hidup ini hanyalah fenomena fisika non-linier yang chaotic dan memiliki dualisme yang penuh relativitas…Toh setiap orang memiliki fungsi gaussian yang memilik jumlah integral yang sama. Jadi, nikmati sajalah !
Berbagi